Wednesday, May 21, 2014

15 pewarna alami untuk textile

           
Seperti diketahui Kain khas Indonesia merupakan salah satu kain yang terindah di dunia. Keindahan tersebut pun terlihat dari warna serta motifnya yang serasi, unik, dan rumit. Dalam pewarnaan teknik traditional mereka menggunakan pewarna alami. Tahukah kalian, bahwa pewarnaan alami membuat warna pada kain menjadi tahan lama dan menjadikan kain lebih mahal. Pewarna alami dapat diperoleh dari hewan ataupun tumbuhan yang berasal dari akar, batang, biji, daun, buah, kulit dan bunganya. Berikut 15 pewarna alami pada kain:


1. Tarum (Indigofera Tinctoria)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Fabanceae
Tarum atau tom merupakan tanaman khas dari Indonesia bagian barat. Warna alami yang dihasilkan oleh tarum adalah warna biru, warna tersebut diperoleh dari rendaman daun tarum dalam jumlah yang banyak selama semalam. Air rendamannya kemudian direbus dan dikeringkan setelah itu barulah pewarna alami ini dapat digunakan sebagai pewarna kain. Tanaman ini dibudidayakan dengan cara stek, Bila setek telah mencapai 14-18 hari akan tumbuh tunas, dan pada usia empat bulan mulai dapat dipetik daunnya dan dapat langsung dijual kepada pengolah tarum untuk dibuat zat pewarna. 

2.      Pinang (Areca Cathecu)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Famili              : Arecaceae
Pinang adalah tanaman yang banyak tersebar di berbagai daerah Indonesia. Warna alami yang dihasilkan oleh pinang adalah warna merah, warna tersebut diperoleh dari tumbukkan halus biji buah pinang tua. Tanaman ini dibudidayakan dengan cara ditanam, penanamannya membutuhkan waktu yang lama, karena tumbuhan ini seperti pohon kelapa, maka dari itu tanaman ini baru dapat dimanfaatkan apabila tanaman ini sudah cukup besar. 

3.      Safflower (Crocus Sativus)


Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Famili              : Iridaceae
The safflower atau saron atau bunga kuma-kuma merupakan tanaman yang berasal dari Asia Barat Daya. Warna alami yang dihasilkan dari bunga kuma-kuma yaitu kuning keemasan, yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami pada kain. 

 4.      Kunyit (Curcuma domestica)


Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Famili              : Zingiberaceae
Kunyit adalah tanaman asli dari daerah Asia Tenggara. Warna alami yang dihasilkan dari umbi atau rimpang yaitu kuning hingga jingga yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami pada kain. Kunyit diparut hingga halus kemudian parutan kunyit direbus dan didiamkan hingga tidak panas. Tanaman ini dapat dibudidayakan dengan cara di stek rimpangnya dengan syarat bibit rimpang harus cukup tua. 

 5.      Suji (Dracaena angustifolia)


Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Famili              : Dracaenaceae
Tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan perdu ini banyak dimanfaatkan orang sebagai pewarna alami baik untuk makanan maupun textile. Warna alami yang dihasilkan dari tumbuhan ini yaitu warna hijau. Warna tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus daun suji kemudian diberi air dan didiamkan selama semalam. Tanaman ini dapat dibudidayakan dengan cara okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitannya. 

 6.      Kulit manggis (Garcinia mangostana)

Kingdom          : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas                : Dicotyledonae
Famili              : Guttiferae
Merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara, tepatnya semenanjung Malaya. Tetapi saat ini tanaman manggis banyak tumbuh di Negara-negara tropis. Kebanyakan orang mengenal manggis karena buahnya yang enak, tetapi tahukah kamu kalau kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami?ya, warna alami yang dihasilkan dari kulit manggis yaitu biru, ungu dan merah. Warna alami tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis kemudian bubuk kulit manggis direndam menggunakan etanol dan dikeringkan. 

 7.      Angsana
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Fabaceae
Tanaman yang memiliki nama lain sonokembang ini termasuk tanaman penghasil kayu berkualitas baik. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah hutan hujan tropika, tetapi sekarang pertumbuhannya semakin menurun tajam. Warna alami yang dihasilkan oleh kayu angsana yaitu warna merah sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan. Warna dan motif serat kayunya yang indah kemerah-merahan, menjadikan kayu sonokembang sebagai kayu pilihan untuk pembuatan mebel, kabinet berkelas tinggi, alat-alat musik, lantai parket, panil kayu dekoratif, gagang peralatan, dan meja berharga mahal. Pembudidayaannya tidaklah rumit, Pohon ini mudah diperbanyak dengan biji maupun dengan stek cabang dan rantingnya. Diperbanyak melalui stek karena cepat tumbuhnya.

 8.      Kesumba (Bixa Orellana)




Kingdom          : Plantae
Famili              : Bixaceae
Tumbuhan ini termasuk tumbuhan perdu yang berasal dari Amerika tropis. Tahukah anda, kalau tanaman ini merupakan tanaman untuk pembuatan bahan dasar pewarna lipstick. Warna alami yang dihasilkan dari biji kesumba yaitu warna merah atau kuning. 

 9.      Akar mengkudu (Morinda citrifolia)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida         
Famili              : Rubiaceae
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Kebanyakan orang memanfaatkan buah ini sebagai tanaman obat. Tetapi tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu ini yaitu warna merah kecoklatan. 

 10.  Secang (Caesalpinia sappan)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : magnoliphyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Fabaceae
            Tanaman perdu yang berasal dari Asia Tenggara banyak ditemukan di Indonesia. Hingga            abad ke 17 kayunya menjadi perdagangan ekspor rempah-rempah ke berbagai dunia. Rebusan dari kayunya yang memberi warna merah gading banyak dimanfaatkan  untuk pengecatan, bahan anyaman, pewarna makanan dan minuman serta tinta.

 11.  Getah gambir
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Rubiaceae
Gambir merupakan tanaman khas Indonesia. Gambir yaitu sejenis getah yang telah dikeringkan dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan. Warna merah tua hingga kecoklatan yang dihasilkan dari tumbuhan ini, menjadikan getah gambir sebagai pewarna alami yang dapat digunakan pada kain. 

 12.  Kulit kayu tingi (Peltophorum pterocarpum)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Fabaceae
Tidak diketahui pasti darimana asal tanaman ini, tetapi tanaman ini biasa tumbuh di daerah tropis dan hutan hujan. Tanaman ini memang dikenal sebagai pewarna alami pada textile. Warna alami yang dihasilkan dari kulit kayu dan getahnya yaitu merah dan hitam. Selain sebagai pewarna, masyarakat juga memanfaatkan tanaman ini untuk mengawetkan jala, tikar dan layar perahu. Kayunya dimanfaatkan sebagai batu bara dan kayu bakar.

 13.  Ketapang (Terminalia catappa)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Combretaceae
Tanaman ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan penyebarannya hampir di seluruh Asia Tenggara. Tanaman ini memang sudah banyak dikenal orang sebagai pewarna alami. Warna hitam yang dihasilkan oleh daun dan kulit kayunya di manfaatkan masyarakat sebagai pewarna alami pada textile dan sebagai warna tinta. Kayunya menghasilkan warna kuning kecoklatan hingga warna zaitun dan dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan perahu. Tanaman ini tumbuh subur di daerah pesisir dan dataran rendah.

 14.  Jati (Tectona grandis)
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Famili              : Lamiaceae
Kayu jati dikenal sebagai kayu bermutu tinggi. Penyebaran tanaman ini di daerah India, hingga Asia Tenggara. Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap, maka dari itulah kayu jati dikenal sebagai pembuatan mebel dan kayunya dapat digunakan untuk pembuatan perahu. Daunnya yang muda dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari daun jati yaitu warna merah kecoklatan.

15.  Menteng (Baccaurea racemosa)
    Kingdom          : Plantae
    Divisi               : Magnoliophyta
    Kelas                : Magnoliopsida
    Famili              : Phyllanthaceae
    Tanaman yang mulai langka ini merupakan tanaman buah musiman yang berasal dari Asia Tenggara. Buahnya yang segar dan sedikit masam banyak disukai oleh masyarakat. Tapi tahukah anda, bahwa tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Kayu dan kulit buahnya menghasilkan warna hijau yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada textile. Kayunya pun memiliki kualitas yang cukup bagus sebagai mebel dan pembuatan perahu. 

    15 comments:

    1. Pengetahuan yang bermanfaat. Harusnya semua tekstil diwajibkan pakai pewarna alami. Pewrna kimia sgt mencemari sungai / air tanah kita. Kita berdosa telah mencemari air dgn zat pewarna kimia. (Ida Bagus Radendra, Bali. Email : ibradendra@yahoo.com)

      ReplyDelete
    2. luar biasa,,,, thank buat infonya , GOD BLESS YOU ,

      ReplyDelete
    3. sangat bermanfaat....makasih ata infonya

      ReplyDelete
    4. Replies
      1. Silahkan mas, terima kasih telah berkunjung :)

        Delete
    5. Misalnya cari pewarna pakaian di mana yah??? Di tiki kelontong atau di pasar???,bingung cari pewarna hitam.....mau dicampur es cincau jualan saya wkwkwkwk,udh buka 112 gerai dijakarta...silahkan beli.....

      ReplyDelete
    6. ternyata semua warna dapat diperoleh secara alami ya

      ReplyDelete
    7. Waoowww... Ini hrs dikembangkan dan bisa kerjadama dengan petani nih. Pewarna alami sangat ramah lingkungan... Sippp... Trimakasih ilmunya

      ReplyDelete
    8. Hmmmmmm tapi susah bikinnya, yg diutarakan cuma secara garis besar sedang saya mencoba membuatnya dah 5 kali gak berhasil. Mohon kasih tahu cara yg benar

      ReplyDelete
    9. Setau sy pewarna alami yg bisa stabil (tdk berubah warna & tidak luntur) hanya ada 5 jenis, yaitu indigofera, tingi, merbau, jolawe & tegeran. Selain 5 pewarna tsb biasanya kain akan luntur atau berubah warna.
      5 jenis di atas pun sistem pewarnaannya hrs melalui proses penguncian/fiksasi menggunakan tawas, kapur atau tunjung. Masing2 penguncian akan menghasilkan warna yg berbeda.

      ReplyDelete

    Komentar adalah sepenuhnya tanggung jawab dari pengomentar.
    Pihak Yulutrip tidak bertanggung jawab dengan segala isi yang terkandung dalam komentar.
    salam \0/

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...